Matahari sudah menampakkan cahayanya
Hari-hariku dilalui dengan canda dan tawamu
Wajahmu berseri
Ketika aku mengeluarkan kata-kata yang lucu
Tetapi wajah itu berubah
Menjadi penuh amarah dan kekecewaan
Ketika aku berbuat kesalahan
Air mataku mulai membasahi pipi
Aku hapus air mataku
Agar semua orang tidak tahu
Karena aku selalu membuatnya marah
Kesal, kecewa, atau pun malu
Apa yang harus aku lakukan
Agar dia kembali tertawa ceria
Bersamaku . . .
Aku berfikir sejenak
Apakah aku sudah membahagiakan dia
Apakah aku sudah menjadi wanita yang sempurna di mata dia
Aku hanyalah wanita biasa
Yang tidak punya keistimewaan apa-apa
Di dalam diriku
Aku hanyalah wanita
yang selalu membuat hati semua orang terluka